25.11.08

Lidah memang tak bertulang. Mengeluarkan kata-kata yang bagimanapun dari lisan sungguh sangat mudahnya. Akan tetapi, apa dampaknya dan bagaimana akibatnya, itulah yang sering tidak terpikirkan. Sepatah kata yang terucap sama sekali tidak akan membuat tubuh seseorang terluka, namun siapa yang tahu kalau justru hatinya yang tersayat-sayat. Atau sebaliknya, sepatah kata yang terucap, justru malah menjadi penyebab si pengucapnya mendapat celaka ataupun selamat, baik ketika di dunia maupun di akhirat kelak. Rasulullah saw bersabda, “setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi munkar dan Dzikrullah ‘Azza wa Jalla!” (HR Trimidzi)

Karenanya, jangan heran kalau hanya disebabkan sepatah dua patah kata saja yang terlontar dari mulut bisa terjadi perkelahian, dua orang saudara bisa bermusuhan, bahkan membuat seseorang mendekam di balik terali besi. Sebaliknya, tidak perlu heran pula bila berkat satu dua patah kata seseorang bisa selamat dari malapetaka yang akan menimpanya. Apalagi balasan yang akan menimpa kita di akhirat kelak sebagai akibat terpelihara atau tidaknya lisan.

Dengan demikian, hendaknya kita selalu berhati-hati dengan lisan. Setiap kata yang hendak diucapkan hendaknya terlebih dahulu dipikirkan masak-masak. Sekiranya kata-kata yang akan terucapkan itu tidak ada manfaatnya, sebaiknya kita memilih diam.

Lidah, tanpa tenaga dan tanpa biaya bisa kita gerakkan setiap saat. Barang siapa di antara kita terlampau banyak bicara, akan sangat cepat mengeraskan hati. Orang yang paling beruntung di dunia ini adalah orang yang sangat bisa memperhitungkan setiap kata-katanya. Barang siapa yang berpikirnya lebih banyak daripada bicaranya, insyaAllah, kata-katanya akan membersihkan hati.

Dari Buku Bening Hati KH Abdullah Gymnastiar oleh Basyar Isya

Baca-Baca Yang Ini Juga

7 Komentar Teman:

ifoell mengatakan...

Dari lidah smua petaka akan jadi..
mulutmu adalah harimaumu

Panda mengatakan...

makanya mending menulis daripada koar2 dijalan

Inner mengatakan...

Assalamualaikum, He eh mending diem n gak banyak omong dari pada salah omong kan malah gawat... :) Kan Diem Itu emas

fauzan mengatakan...

iya kisan sangat lah bahaya...
nulis juga kudu hati-hati sama juga ama lisan tuh

Meiyclover mengatakan...

iya tuh.. ngomong dan nulis jg hrus sm hati-hati..

therunk mengatakan...

katanya lidah lebih tajam dari pedang :D
tapi tergantung yang menggunakan sih :))

preni mengatakan...

berbicaralah kalo emang itu perlu...
kontrol lidah saat sedang emosi, karena saat itu, yang berbicara bukanlah hati, tapi ego...

ego dan lidah menjadi sangat kuat saat kita sedang emosi...

hehehehe....
piss...
lagi sok serius ni..
hahhaahhaaaa...

Posting Komentar