Kala sang alam mulai terlelap
Hening terasa tiada terucap suatu kata
Terlihat kerlip lembut bintang disana
Membuat rindu ini semakin merona
Kutermangu dalam kesunyian
Tenggelam dalam kebisuan
Desir sang bayu mengusap wajah berikan ketenangan
Parasmu jelas tergambar di pelupuk mata
Ingin kurengkuh sosok bayanganmu
Namun bayangan hanyalah bayangan
Kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran darah
Kuhela nafas panjang tuk redakan segala sesak
Saat kutatap sang rembulan
Hatiku berbisik “aku rindu dia,
Aku rindu dia ayah ku
Akankah dia tahu aku merindukannya ?”
Tanpa sadar setitik air mata jatuh
Mengiring kerinduan yang tak tertahankan lagi
Kembali ku berbisik lirih dengan kepala tertunduk
“aku sayang dia, aku rindu dia”
Dia ayah ku
Yang selalu ku rindu
hanya sedikit kenangan yang dapat ku kenang
Karena dia telah jauh di sana
Oh Tuhan…
Aku amat merindukannya
Baca-Baca Yang Ini Juga
Wacana Hati
- " MEREDAKAN " BAD MOOD "
- " JANJIKU "
- " JANGAN SEDIH "
- " DOAKU "
- " INGATLAH "
- AKU DAN PENGERTIAN
- KUPIKIR
- " ADA 5 TUTUR BIJAK "
- "Ibunda"
- Hargailah Dia
- Kehidupan
- Waktu dan Rindu
- Perempuan di mata Allah S.W.T
- Senyum
- KEMBALI
- Yang Tersembunyi
- Memaknai Cinta
- Jangan Menyerah
- Seperti Sendiri
- Senyuman
- Wanita Sering Menangis
- Contoh Ucapan Tahun Baru
- Mitos Bunga Edelweis
- Untuk Apa Berbuat
Wacana Cerita
- " OKSIGEN DALAM RUPIAH "
- " INGATLAH "
- KUPIKIR
- "Ibunda"
- Hargailah Dia
- Jangan Ngerez Dulu Yee
- KEMBALI
- Yang Tersembunyi
- Memaknai Cinta
- Jangan Menyerah
- Senyuman
- Wanita Sering Menangis
- Mitos Bunga Edelweis
- Sang Pengamen
- Maafkan Aku
- Aku dan Sempurna
- Award Terbayak GW
- Kata yang Hampir Punah
- Tentang Kesetiaan
- Tak Pernah Tidur
- Psikopat dan Homoseksual
- Naik Gunung Turun Gunung,,Lu kira kaga' cape??
- Teriakan/bentakan” takkan menyelesaikan suatu masalah
- Raden Gatotkaca
0 Komentar Teman:
Posting Komentar